TROPONG BULUSARAUNG. COM, PANGKEP     –  Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah Wal Irsyad (STAI – DDI) Kabupaten Pangkep melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018 – 2019 pada sejumlah sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep.

Dalam pelaksanaan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018 – 2019 melibatkan berbagai lembaga kemahasiswaan sebagai duta kampus mulai dari pengurus BEM, UKM Seni Ilalang IMDI dan Mapala. Mereka diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018 – 2019, untuk pertama kalinya melibatkan dosen dan alumni turun ke lapangan mensosialisasikan kampus tercinta STAI – DDI Kabupaten Pangkep, ungkap Sekretaris panitia penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018 – 2019, Fathurrahman saat diwawancarai wartawan anda, Jum’at (9/3/2018).

Dari hasil pantauan, menurut Fathurrahman, tim sosialisasi  menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan untuk menyampaikan informasi dari berbagai program study yang terdiri dari pendidikan agama Islam, pendidikan guru madrasah ibtidaiyah sederajat PGSD, pendidikan Islam anak usia dini, manajemen pendidikan Islam, hukum keluarga, serta program study ekonomi syariah.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan perkenalan diri oleh para anggota tim  didepan siswa kelas 12 (kelas III)  SLTA, dilanjutkan dengan pembagian brosur serta penjelasan mengenai keunggulan kampus, fasilitas, alumni yang sukses dan beberapa beasiswa yang ditawarkan, kata Fathurrahman.

Sekretaris panitia penerimaan mahasiswa baru STAI – DDI Pangkep berharap setelah dilaksanakan sosialisasi, perguruan tinggi STAI – DDI Kabupaten Pangkep dapat semakin maju dan berkembang serta dapat dikenal di kalangan masyarakat terlebih kepada adik-adik yang ingin menyelesaikan  pendidikan  dan menjadikan STAI – DDI Kabupaten Pangkep pilihan terbaik untuk melanjutkan studynya.

Kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018 – 2019, selain dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, Insya Alah akan dilanjutkan ke Kabupaten Maros dan Barru serta sejumlah daerah lainnya, ungkap Fathurrahman menutup perbincangan dengan wartawan anda. (sns).

 

 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), berlangsung dari tanggal 2 – 4 November 2015 di Aston Makassar Hotel. Kegiatan ini diikuti oleh 150 PTN maupun PTS, dibuka oleh salah seorang dari anggota Majelis BAN-PT, Prof. Dr. Nasir Nessa, MS, dalam sambutannya beliau sampaikan bahwa “Mutu harus menjadi Komitmen, bukan karena terpaksa atau karena tekanan tertentu”. Budaya mutu harus lahir dari perguruan tinggi sebagai sebuah kebutuhan yang paling vital dalam mengelola institusinya. Jika mutu telah menjadi komitmen dan terus dipertahankan akan melahirkan budaya mutu yang baik, sehingga mutu bukan lagi hal yang terpisahkan dari institusi perguruan tinggi, tetapi telah menjadi budaya yang mewarnai setiap bentuk dari pengelolaan. Budaya mutu, perencanaan dan pengaplikasiannya dilaksanakan oleh institusi, yang dimotori oleh Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI merupakan motor penggerak utama yang menggerakkan kegiatan yang didasari oleh mutu, bergerak bersama dengan stakeholder yang lain, sehingga dalam institusi atau perguruan tinggi, lahir perencanaan, pengaplikasian dan pengevaluasian kegiatan dikelola berdasarkan kriteria mutu yang baik. Akreditasi merupakan bentuk penyelarasan antara kinerja SPMI dan Penilaian dari Pihak eksternal, atau Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam bentuk kriteria tertentu. BAN-PT sebagai SPME bekerja untuk menilai perguruan tinggi berdasarkan kriteria tertentu berdasarkan aturan yang terkait dengan perguruan tinggi dan akreditasi perguruan tinggi.

Rapat Koordinasi, secara garis besarnya terbagi dua kegiatan pokok; Pertama, materi sampaikan oleh narasumber dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. Kedua, peserta dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Sistem Akreditasi Nasional (SAN), Akreditasi Institusi PT (AIPT), Akreditasi Prodi, dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Dari kelompok tersebut diminta merumuskan poin-poin penting sebagai masukan bagi BAN-PT dalam rangka memantapkan dan perbaikan sistem akreditasi. Dalam sambutan menutup acara Prof. Dr. Nasir Nessa, MS menyampaikan bahwa harus ada komitmen mutu dari pengelola perguruan tinggi dan yayasan mencarikan dana, yayasan tidak boleh hidup dari perguruan tinggi. Beliau menutup dengan mengatakan “Saya menitip salam untuk pengelola yayasan, Kita mendapatkan amanah dalam mendidik anak-anak bangsa, olehnya itu orientasi kita adalah mutu, bukan yang lain”.